Awal
Minggu, 22 November 2015
Belajar Lebih Ikhlas..Ikhlas...Ikhlas dan selalu menjadi ikhlas :)
Ada banyak "drama" dalam hidup, tapi kamu tak perlu jadi pemainnya jika kamu tak menginginkannya.
Semakin Dekat semakin Banyak Cobaan.!!
Aku adalah orang biasa saja tidak lebih dari manusia² normal lainnya, yang hanya saja keberuntungan dan takdirlah yang buat berbeda dari setiap manusia. Gak ada alasan seseorang untuk mencinta dan mencintai tapi salah kita jika cinta terbagi dengan yang lain? Apa memang cinta itu berakar, nimbul di lain dan terus tumbuh hingga besar? Apa cinta itu berparasit? Apa cinta seperti tanaman, gak disiram kering, disiram terus menerus layu. Yang jelas kehidupan tidak bisa ditinggalkan oleh cinta. Jika tidak ada yang namanya cinta dan pastinya itu bukan orang yang punya hati.*tsah lagi bner nih bahasanya lagi mau curhat or berbagi critanyah hheheh*
Ikatan Suci Memang Akan Selalu Banyak Godaannya...
Semua godaan yang datang itu bisikan setan yang sangat membenci manusia untuk menghalalkan yang haram, dan mereka akan melakukan segala cara upaya untuk menguji keteguhan hati dan iman. Muncul bayangan kelam dan sejumlah ketakutan, apakah nanti akan bahagia dengan calon pilihannya? Apakah pilihannya sudah tepat dan tidak salah pilih calon pasangan? Sementara ada banyak ‘tawaran’ lain yang sangat menggoda. yah namanyah juga godaan yah guys huft, apalagi 7 tahun bukan waktu yang sebentar dalam pacaran, kalau saja saya kredit mobil mungkin sudah lunas sejak 1 tahun yang lalu. Begitu banyak cobaan yang saya alami selama berpacaran. Bermula dari hubungan yang terbilang aneh, karna yah tw kan Cinta SMA cinta yang memang masih begituh lah, kemudian rasa jenuh Bosan, dan akhirnya perselingkuhan pun tidak dapat kita hindari. Hubungan putus-nyambung yang kita alami pun beberapa kali terjadi. Hemm, saya agak berat menceritakan tentang hal ini. Karena lebih banyak mudharat dibandingkan manfaatnya. Heheh.
Masalah Kemapanan…
Keluarga saya termasuk keluarga yang masih dibilang gak mampu2 amat lah yah, semenjak awal kuliah sampai lulus kuliah saya mulai membiayai kuliah saya sendiri dengan bantuan dari teman, kakak, dan juga sang kekasih yang beberapa kali menyisihkan untuk biaya kuliah saya. @felixsiau sering memberikan kultwit tentang pernikahan. Pada saat itu saya membaca kultwit yang melampirkan sebuah hadits tentang rejeki dan pernikahan yang berbunyi “Nikahilah olehmu pasanganmu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu”. (HR. Hakim dan Abu Dawud). Ada satu hadits lagi yang membuat saya mantap untuk menikah yaitu hadits yang berbunyi “Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan).” (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah). Subhanallah ajaib yah gw ngerti hadist gini berkat iseng liat kultwit @felixsiau nih heheh.
Dan alasan belum siapnya menikah biasanya masalah klasik, soal uang dan kemapanan. Seorang wanita tentu lebih memilih pria yang sudah mapan dengan alasan takut masa depannya tidak terjamin. tidak munafik juga & tidak salah memang, itu realistis. Tapi alangkah lebih baik menilai kemapanan dan masa depan seseorang dari usaha, kerja keras, keuletan, perhatian, tanggung jawab dan komitmennya. hhaha *banyak ketawanyah yah jadinya*
Saya pernah membaca tulisan “Nikah Dulu Baru Mapan Bukan Mapan Dulu Baru Nikah“. Tulisan itu membuat pikiran saya terbuka tentang proses menemani hingga menuju kemapanan. Seorang wanita yang menemani suaminya dalam keadaan serba ada (mapan) itu udah biasa, seorang wanita yang menemani suaminya dari yang tidak punya apa-apa menjadi punya segalanya itu baru luar biasa! Karena jika mapan dijadikan pondasi, bisa saja tiba-tiba mengalami kebangkrutan lalu apakah mampu bertahan? semangaat pasti bisa.
Menuju Proses Lamaran…
Ini adalah bagian yang cukup menegangkan, Saya dan kekasih mengumpulkan uang selama beberapa bulan sambil menyelesaikan kuliah dan hasil dari proyek kecil2n bareng kekasih tapi saya merasa belum cukup untuk modal menikah. Ada yang salah memang. tapi rencananya sang kekasih memantapkan diri untuk bilang ke orang tua saya setelah saya lulus Wisuda ini, Ketika itu ada yang membuat saya sulit untuk menerima lamaranya adalah masalah penghasilan dia yang masih dibilang masih kurang. *masih labil ceritanyah* tapi kan seperti pepatah Gak ad bujang yang kaya :).
Hari Bahagia..
Langganan:
Postingan (Atom)



